Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru MTsN 2 Kota Blitar, Optimalisasi Pelayanan Anak dan Membiasakan Hidup Sehat di Masa Pandemi

Pembelajaran daring di masa pandemi seperti ini memang menjadi tantangan untuk tersendiri bagi guru. Semua proses pembelajaran dilaksanakan secara daring, begitu juga memonitor perkembangan siswa juga lewat daring. Dibutuhkan kreativitas serta curahan perhatian lebih untuk siswa dalam pembelajaran daring ini. Oleh karena itu, untuk meningkatkan profesionalitas guru di masa pandemi seperti ini MTsN 2 Kota Blitar mengadakan workshop yang diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru madrasah. 

Workshop Peningkatan Profesionalitas Guru MTsN 2 Kota Blitar ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Bapak H.Muslih, S.Pd,MA selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Blitar. Pada sambutan beliau Kamis, 2 September 2021 Bapak H.Muslih, S.Pd,MA menuturkan bahwa profesionalisme pendidik tercermin dari beberapa hal ini. “Pertama, inisiatif dan tanggap mengabdi dalam suatu kelembagaan termasuk mengejar.  Kedua, memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk mengembangkan diri dan memberikan teladan bagi siswa. Ketiga, mengupayakan semaksimal mungkin untuk mengabdi pada suatu lembaga dengan semangat dan motivasi tinggi.” 

Pada kegiatan workshop yang diikuti oleh bapak/ibu guru MTsN 2 Kota Blitar, juga dilaksanakan tasyakuran peluncuran atas gedung baru yakni aula sekolah. Dari sambutan Bapak Kepala MTsN 2 Kota Blitar juga menyebutkan “Cara meningkatkan profesionalitas guru dengan meningkatkan sumber daya manusia yang ada. Bekerja sama untuk memberikan pelayanan kepada siswa dengan maksimal dan terbaik”

Setelah acara tasyakuran yang dilaksanakan dengan penuh khidmat, acara inti workshop inti pun dilaksanakan. Workshop diisi oleh pemateri yakni dari Lembaga Psikologi Lazuardi dan dari Lembaga Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kota Blitar. Materi pertama Bapak Rachmad dari Lembaga Lazuardi yakni tentang kepekaan kepada anak yakni optimalisasi pelayanan kepada anak. Bagaimana kita sebagai orang tua dan sebagai guru harus peka terhadap perkembangan dan kebutuhan anak,  apalagi pada usia dini (remaja). Banyak kasus yang terjadi pada remaja sehingga butuh kepekaan dan perhatian lebih dari orang tua dan guru. 

Selain itu, pada workshop kemarin juga membahas tentang adaptasi kebiasaan baru yakni pada masa pandemi terutama membangun kebiasaan hidup sehat. Beberapa  kebiasaan tersebut yakni peningkatan edukasi hidup sehat, peningkatan kualitas lingkungan, peningkatan pencegahan dan deteksi dini penyakit, penyediaan pangan sehat dan percepatan perbaikan gizi, serta peningkatan aktivitas fisik seperti olahraga. Pada intinya meningkatkan imun dengan melakukan kebiasaan hidup sehat apalagi di masa pandemi seperti ini. 

Workshop yang dilaksanakan hingga pukul 1 siang ini memberikan pengalaman dan wawasan baru untuk bapak/ibu guru MTsN 2 Kota Blitar.  Walaupun masih dalam masa pandemi seperti ini tidak menghalangi untuk belajar dan terus meningkatkan kapasitas guru. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *